Sejarah dan Perkembangan

Program Studi Sarjana Teknik Kelautan ITB berdiri sejak tahun 1994. Program Studi ini memiliki cakupan kompetensi teknologi yang berbasis pada infrastruktur dan lingkungan fisik laut. Pada masa awal berdirinya, Program Studi Teknik Kelautan menitikberatkan pada kompetensi bidang Teknik Pantai. Pada evaluasi kurikulum yang berlangsung setiap 5 tahun, cakupan kompetensi ini kemudian berkembang menjadi Teknik Pantai, Teknik Lepas Pantai, Teknik Perkapalan, dan Manajemen Sumber Daya Kelautan. Saat ini, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat profesi dan pengguna lulusan baik secara nasional maupun internasional, kompetensi lulusan Teknik Kelautan yang dikembangkan pada kurikulum 2013 adalah mencakup teknologi yang berbasis pada infrastruktur dan lingkungan fisik laut yang meliputi:

  • Teknik Pantai: Merupakan kompetensi dalam bidang teknologi perlindungan pantai, teknologi reklamasi dan pengerukan, pengembangan lahan pasang surut sebagai lahan budidaya pertanian dan perikanan, teknologi kepelabuhanan, dan teknologi perlindungan lingkungan laut.
  • Teknik Lepas Pantai: Merupakan kompetensi dalam bidang teknologi rancang bangun infrastruktur lepas pantai dan teknologi rancang bangun pipa dan kabel bawah laut.
  • Teknologi Perkapalan: Merupakan kompetensi dalam bidang teknologi media transportasi yang meliputi kapal dan struktur terapung.
  • Teknologi Akustik Bawah Air: Merupakan kompetensi pemanfaatan teknologi akustik bawah air dalam bidang pertahanan dan survey bawah laut.
  • Energi Laut: Merupakan kompetensi pemanfaatan energi arus, angin, gelombang sebagai sumber energi terbarukan, pengembangan teknologi konversi energi laut, dan eksplorasi potensi energi laut.

Untuk mencapai kompetensi di atas, Program Studi Teknik Kelautan membekali mahasiswa dengan bidang keilmuan yang mencakup: principles of fluid and solid mechanics, dynamics, hydrostatics, probability and applied statistics, oceanography, water waves, and underwater acoustics to engineering problems.