Tentang Kami

Profil

Program Studi Teknik Kelautan didirikan untuk mempersiapkan agar para lulusannya dapat menguasai kompetensi dan mampu berkompetisi di tingkat nasional, regional, dan internasional. Pendidikan Teknik Kelautan ITB memberikan bekal keilmuan (Body of Knowledge – BoK)) yang mencakup ilmu dasar sains dan matematika, ilmu dasar rekayasa, profesionalisme, aplikasi, dan perancangan (rancang bangun) bidang Teknik Kelautan yang meliputi prinsip-prinsip gelombang laut, akustik bawah air, perlindungan pantai, struktur pantai, struktur lepas pantai, geomekanik laut, pelabuhan, pemodelan laut, pengelolaan pesisir dan lingkungan laut, energi laut, dan desain rekayasa laut. Secara struktural bidang keilmuan dari Program Studi Teknik Kelautan ditunjukkan pada Gambar 3. Ilmu dasar & matematika serta ilmu rekayasa dasar yang diberikan adalah ilmu yang sesuai dengan bidang Teknik Kelautan dan menunjang kemampuan aplikasi, perancangan, dan profesionalisme bidang Teknik Kelautan.

Dengan pembekalan keilmuan tersebut, lulusan pendidikan Program Sarjana Teknik Kelautan diharapkan mampu menguasai ilmu dasar untuk dapat terjun dalam dunia kerja ataupun mengikuti pendidikan lanjut melalui penguasaan tingkatan penguasaan ilmu yang menonjol berupa knowledge yang diikuti oleh comprehension, application, dan analysis. Gambar ini menggambarkan tingkatan penguasaan ilmu dari program sarjana dibandingkan dengan program magister Teknik Kelautan.

 Tingkatan Penguasaan Ilmu Program Sarjana Teknik Kelautan

Visi & Misi

Visi

”Menjadi institusi pendidikan tinggi Teknik Kelautan yang terdepan di Indonesia dan terpandang di dunia internasional, yang berperan aktif ikut menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi bangsa bersatu, berdaulat, dan sejahtera.”

Misi

  • Memandu perkembangan dan perubahan yang dilakukan masyarakat melalui kegiatan pendidikan yang inovatif, bermutu dan tanggap terhadap perkembangan global dan tantangan lokal dalam bidang Teknik Kelautan.
  • Menyelenggarakan pendidikan program sarjana maupun pasca sarjana Teknik Kelautan yang berbasis penelitian dan pengembangan guna menghasilkan lulusan yang profesional, unggul dan inovatif, serta mempunyai kapasitas kepemimpinan akademik, industri dan nasional yang handal dan bermartabat.
  • Mempersiapkan lulusan untuk dapat bekerja dalam bidang rekayasa, melakukan penelitian, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, memahami hakikat pendidikan sepanjang hayat dan pengembangan kemampuan profesional.sidebarMenu

Tantangan yang Dihadapi

Beberapa tantangan yang akan dihadapi Program Studi Teknik Kelautan dalam satu dekade mendatang adalah:

  1. Indonesia merupakan negara bahari yang memiliki banyak potensi kelautan untuk dikembangkan sehingga memerlukan sumberdaya manusia dalam bidang Teknik Kelautan yang menguasai teknologi yang berbasis pada infrastruktur dan lingkungan fisik laut.
  2. Posisi Indonesia yang merupakan pertemuan dari tiga lempeng tektonik yang menyebabkan wilayah Indonesia menjadi rawan terkena bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Hal ini menuntut bangsa Indonesia untuk terus mengembangkan ilmu dan teknologi untuk memprediksi dan mencegah dampak buruk bencana bagi masyarakat yang salah satunya dilakukan melalui pengembangan ilmu dan teknologi bidang Teknik Kelautan.
  3. Adanya bahaya pencemaran laut akibat eksploitasi kekayaan laut yang berlebihan, sehingga diperlukan pengembangan bidang kelautan untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemanfaatan sumberdaya laut secara optimal dan berkelanjutan.
  4. Kegiatan eksplorasi migas di Indonesia yang bergerak ke arah laut-dalam yang harus diimbangi oleh kemajuan di bidang teknologi bangunan lepas pantai.
  5. Kebutuhan energi yang terus meningkat dan melebihi produksi migas sehingga diperlukan sumber energi baru yang dapat dikembangkan dari pemanfaatan energi arus laut, angin, dan gelombang sebagai sumber energi alternatif.
  6. Kecenderungan dunia yang semakin menyatu karena berlakunya pasar bebas akan membutuhkan dukungan transportasi laut yang harus ditunjang oleh infrastruktur kelautan.
  7. Munculnya masalah global warming yang menimbulkan banyak permasalahan lingkungan termasuk lingkungan laut sehingga memerlukan dukungan perkembangan ilmu dan teknologi bidang Teknik Kelautan untuk mengurangi, memprediksi, dan mencegah dampak buruk yang timbul akibat global warming tersebut pada lingkungan laut.

Akreditasi dan Standar Kurikulum

Kurikulum Program Studi Teknik Kelautan mengacu pada kriteria yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi internasional ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) Inc., USA. Dalam dokumen yang dimiliki oleh ABET, terdapat standar kurikulum program studi teknik termasuk di dalamnya Teknik Kelautan. Selain mengacu kepada standar kurikulum ABET, Kurikulum 2013 Teknik Kelautan juga mengacu pada body of knowledge kurikulum yang dikeluarkan oleh American Society of Civil Engineers (ASCE). Program Studi Teknik Kelautan memperoleh akreditasi internasional dari ABET pada bulan Agustus 2011. ABET Inc. adalah badan akreditasi untuk program studi bidang rekayasa dan teknologi di USA dan seluruh dunia. Semua program studi teknik terkemuka di USA diakreditasi oleh ABET. Badan Akreditasi ini didirikan sekitar tahun 1930-an, ABET adalah organisasi nirlaba independen (bukan badan pemerintah), sebuah federasi dari 32 ikatan ahli teknik profesional dan representasi dari sekitar 1,8 juta praktisi profesional. ABET mengakreditasi program studi dan bukan institusi.

Tujuan Pendidikan dan Capaian Lulusan

  • Tujuan Pendidikan
    Tujuan Pendidikan dari Program Studi Sarjana Teknik Kelautan adalah untuk menciptakan lulusan yang:
    1. Bekerja sebagai praktisi profesional di dalam bidang khusus pada rekayasa kelautan yang mencakup: akustik bawah air, perlindungan pantai dan lingkungan laut, struktur pantai, struktur lepas pantai, pelabuhan, pemodelan laut, pengelolaan pesisir dan lingkungan laut, dan desain rekayasa kelautan.
    2. Bekerja secara profesional dan siap melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di bidang Teknik Kelautan.
    3. Berperilaku santun, memberikan kontribusi kepada masyarakat, dan siap meraih keberhasilan di berbagai dunia kerja baik dalam skala nasional maupun internasional.
  • Capaian (Outcome) Lulusan
    Kriteria capaian lulusan menjadi dasar utama dalam perencanaan Kurikulum 2013 ITB. Seluruh Program Studi di lingkungan ITB termasuk di dalamnya Program Studi Teknik Kelautan menyusun kriteria yang ingin dicapai oleh lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di program studi. Kriteria capaian lulusan program studi akan menjadi dasar bagi isi dan pelaksanaan kurikulum 2013.
    Setelah menempuh pendidikan di Program Studi Sarjana Teknik Kelautan, seorang lulusan dari Program Studi Sarjana Teknik Kelautan ITB harus memiliki:
    1. Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan matematika, ilmu pengetahuan dan ilmu rekayasa dasar;
    2. Kemampuan untuk mendesain dan melaksanakan percobaan, juga kemampuan untuk menganalisis dan mengintepretasi data;
    3. Kemampuan untuk merancang suatu sistem, komponen, atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan dalam batasan realistis seperti ekonomi, lingkungan, sosial, politik, etika, kesehatan dan keselamatan, kemampuan manufaktur, dan keberlanjutan;
    4. Kemampuan untuk bekerja pada tim multidisiplin;
    5. Kemampuan untuk mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan masalah rekayasa;
    6. Pemahaman tentang tanggung jawab profesional dan etika;
    7. Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif;
    8. Pendidikan yang luas yang diperlukan untuk memahami dampak dari solusi masalah rekayasa dalam konteks global, ekonomi, lingkungan, dan sosial;
    9. Pemahaman mengenai kebutuhan, dan kemampuan untuk terlibat dalam kegiatan belajar seumur hidup;
    10. Pengetahuan tentang isu-isu termutakhir;
    11. Kemampuan untuk menggunakan teknik, keterampilan, dan peralatan teknik termutakhir yang diperlukan untuk rekayasa praktis;
    12. Pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan prinsip-prinsip mekanika fluida dan benda padat, dinamika, hidrostatik, probabilitas dan statistik terapan untuk masalah rekayasa;
    13. Pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan prinsip-prinsip oseanografi, gelombang air, dan akustik bawah air untuk masalah rekayasa;
    14. Kemampuan untuk bekerja dalam kelompok untuk melakukan desain rekayasa di tingkat sistem, mengintegrasikan beberapa bidang teknis dan menangani optimasi desain.