Karakteristik

Secara garis besar terdapat dua disiplin ilmu yang menggunakan istilah “kelautan”, yaitu teknologi kelautan dan ilmu kelautan. Teknologi kelautan dikategorikan sebagai bidang rekayasa  sedangkan ilmu kelautan dikategorikan sebagai bidang keilmuan.

Ilmu kelautan merupakan cabang “ilmu murni” yang meliputi segi fisika, kimia, biologi, dan geologi yang terkait dengan kelautan. Di lain pihak, teknologi kelautan pada dasarnya adalah ilmu rekayasa yang digunakan untuk memanfaatkan laut, baik sebagai media transportasi maupun sebagai sumber daya dan ruang atau lingkungan hidup untuk kesejahteraan umat manusia. Program sarjana Teknik Kelautan sendiri dikategorikan sebagai institusi pendidikan yang bertujuan untuk menerapkan teknologi kelautan pada alam agar bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Beberapa universitas di Indonesia telah mulai mengembangkan bidang ilmu kelautan yang erat hubungannya dengan studi mengenai kehidupan di laut, terutama bidang perikanan. Universitas yang menonjol dalam bidang ini adalah IPB (Institut Pertanian Bogor), UNDIP (Universitas Diponegoro), UNSRI (Universitas Sriwijaya), UNHAS (Universitas Hasanuddin), UNRI (Universitas Riau), dan UNPATTI (Universitas Pattimura). Di bidang Teknik Kelautan, pendidikan bidang perkapalan telah diselenggarakan di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan UNHAS. Bidang lainnya secara sporadis dimasukkan ke dalam bidang-bidang ilmu terkait seperti rekayasa sipil, rekayasa mesin, geodesi, dan geologi. Pendidikan selanjutnya biasanya diperoleh selama bekerja. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, pendidikan khusus untuk bidang rekayasa kelautan ini mulai dirasakan penting untuk diberikan hingga akhirnya didirikanlah program studi Teknik Kelautan di ITB.

Pada awalnya, sub bidang keilmuan yang dikembangkan di Teknik Kelautan adalah Teknik Pantai dan Teknik Lepas Pantai. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan keprofesian, sub bidang keilmuan Teknik Kelautan kini berkembang menjadi Teknik Pantai, Teknik Lepas Pantai, Teknik Perkapalan, dan Manajemen Sumber Daya Kelautan. Berdasarkan kurikulum 2013, sub bidang keilmuan tersebut secara umum meliputi:

  • Teknik Pantai: Mencakup kompetensi dalam bidang teknologi perlindungan pantai, teknologi reklamasi dan pengerukan, pengembangan lahan pasang surut sebagai lahan budidaya pertanian dan perikanan, teknologi kepelabuhanan, dan teknologi perlindungan lingkungan laut.
  • Teknik Lepas Pantai: Mencakup kompetensi dalam bidang teknologi rancang bangun infrastruktur lepas pantai dan teknologi rancang bangun pipa dan kabel bawah laut.
  • Teknologi Perkapalan: Mencakup kompetensi dalam bidang teknologi media transportasi yang meliputi kapal dan struktur terapung.
  • Teknologi Akustik Bawah Air: Mencakup kompetensi pemanfaatan teknologi akustik bawah air dalam bidang pertahanan dan survey bawah laut.
  • Energi Laut: Mencakup kompetensi pemanfaatan energi arus, angin, gelombang sebagai sumber energi terbarukan, pengembangan teknologi konversi energi laut, dan eksplorasi potensi energi laut.

Untuk mencapai kompetensi di atas, Program Studi Teknik Kelautan membekali mahasiswa dengan bidang keilmuan yang mencakup: prinsip mekanika fluida dan benda padat, dinamika, hidrostatik, probabilitas dan statistika terapan, oseanografi, gelombang air, akustik bawah air hingga rekayasa masalah praktis.

Orgy