Sejarah dan Perkembangan

Program Studi Magister Teknik Kelautan merupakan kelanjutan linier dari Program Studi Sarjana Teknik Kelautan. Program Studi Magister Teknik Kelautan secara resmi berdiri pada tahun 2005 untuk menjawab permintaan pasar akan studi lanjut bidang Teknik Kelautan yang dapat menciptakan lulusan dengan penguasaan kompetensi bidang Teknik Kelautan yang lebih dalam, dalam hal daya cipta, analisis, dan sintesis, serta kemampuan mengevaluasi dan menarik kesimpulan dalam suatu kegiatan penelitian. Adapun bidang kompetensi lulusan Program Studi Magister Teknik Kelautan yang akan dikembangkan pada kurikulum 2013 adalah sama dengan kompetensi Program Studi Sarjana Teknik Kelautan, yakni kompetensi teknologi yang berbasis pada infrastruktur dan lingkungan fisik laut principles of fluid and solid mechanics, dynamics, hydrostatics, probability and applied statistics, oceanography, water waves, and underwater acoustics to engineering problems, yang dikelompokkan sebagai berikut:

  • Teknik Pantai: Merupakan kompetensi dalam bidang teknologi perlindungan pantai, teknologi reklamasi dan pengerukan, pengembangan lahan pasang surut sebagai lahan budidaya pertanian dan perikanan, teknologi kepelabuhanan, dan teknologi perlindungan lingkungan laut.
  • Teknik Lepas Pantai: Merupakan kompetensi dalam bidang teknologi rancang bangun infrastruktur lepas pantai dan teknologi rancang bangun pipa dan kabel bawah laut.
  • Teknologi Perkapalan: Merupakan kompetensi dalam bidang teknologi media transportasi yang meliputi kapal dan struktur terapung.
  • Teknologi Akustik Bawah Air: Merupakan kompetensi pemanfaatan teknologi akustik bawah air dalam bidang pertahanan dan survey bawah laut.
  • Energi Laut: Merupakan kompetensi pemanfaatan energi arus, angin, gelombang sebagai sumber energi terbarukan, pengembangan teknologi konversi energi laut, dan eksplorasi potensi energi laut.