Program Sarjana

Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan dari Program Studi Sarjana Teknik Kelautan adalah untuk menciptakan lulusan yang:

  • Bekerja sebagai praktisi profesional di dalam bidang khusus pada rekayasa kelautan yang mencakup: akustik bawah air, perlindungan pantai dan lingkungan laut, struktur pantai, struktur lepas pantai, pelabuhan, pemodelan laut, pengelolaan pesisir dan lingkungan laut, dan desain rekayasa kelautan.
  • Bekerja secara profesional dan siap melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di bidang Teknik Kelautan.
  • Berperilaku santun, memberikan kontribusi kepada masyarakat, dan siap meraih keberhasilan di berbagai dunia kerja baik dalam skala nasional maupun internasional.
Capaian Lulusan

Kriteria capaian lulusan menjadi dasar utama dalam perencanaan Kurikulum 2013 ITB. Seluruh Program Studi di lingkungan ITB termasuk di dalamnya Program Studi Teknik Kelautan menyusun kriteria yang ingin dicapai oleh lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di program studi. Kriteria capaian lulusan program studi akan menjadi dasar bagi isi dan pelaksanaan kurikulum 2013. Setelah menempuh pendidikan di Program Studi Sarjana Teknik Kelautan, seorang lulusan dari Program Studi Sarjana Teknik Kelautan ITB harus memiliki:

  1. Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan matematika, ilmu pengetahuan dan ilmu rekayasa dasar;
  2. Kemampuan untuk mendesain dan melaksanakan percobaan, juga kemampuan untuk menganalisa dan mengintepretasi data;
  3. Kemampuan untuk merancang suatu sistem, komponen, atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan dalam batasan realistis seperti ekonomi, lingkungan, sosial, politik, etika, kesehatan dan keselamatan, kemampuan manufaktur, dan keberlanjutan;
  4. Kemampuan untuk bekerja pada tim multidisiplin;
  5. Kemampuan untuk mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan masalah rekayasa;
  6. Pemahaman tentang tanggung jawab profesional dan etika;
  7. Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif;
  8. Pendidikan yang luas yang diperlukan untuk memahami dampak dari solusi masalah rekayasa dalam konteks global, ekonomi, lingkungan, dan sosial;
  9. Pemahaman mengenai kebutuhan, dan kemampuan untuk terlibat dalam kegiatan belajar seumur hidup;
  10. Pengetahuan tentang isu-isu termutakhir;
  11. Kemampuan untuk menggunakan teknik, keterampilan, dan peralatan teknik termutakhir yang diperlukan untuk rekayasa praktis;
  12. Pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan prinsip-prinsip mekanika fluida dan benda padat, dinamika, hidrostatik, probabilitas dan statistik terapan untuk masalah rekayasa;
  13. Pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan prinsip-prinsip oseanografi, gelombang air, dan akustik bawah air untuk masalah rekayasa; dan
  14. Kemampuan untuk bekerja dalam kelompok untuk melakukan desain rekayasa di tingkat sistem, mengintegrasikan beberapa bidang teknis dan menangani optimasi desain.

Program Magister

Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan dari Program Studi Magistera Teknik Kelautan adalah untuk menciptakan lulusan yang:

  • Memahami filosofi keilmuan dan siap melakukan penelitian di dalam bidang rekayasa kelautan termasuk akustik bawah air, perlindungan pantai dan lingkungan laut, struktur pantai, struktur lepas pantai, pelabuhan, pemodelan laut, pengelolaan pesisir, pengendalian lingkungan laut, dan energi laut.
  • Bekerja secara profesional dan siap melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di bidang Teknik Kelautan.
  • Berperilaku santun, memberikan kontribusi kepada masyarakat, dan siap meraih keberhasilan di berbagai dunia kerja baik dalam skala nasional maupun internasional.
Capaian Lulusan

Setelah menempuh pendidikan di Program Studi Magistera Teknik Kelautan, seorang lulusan dari Program Studi Magister Teknik Kelautan ITB harus memiliki:

  1. Kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip mekanika fluida dan benda padat, dinamika, hidrostatik, probabilitas dan statistik terapan, oseanografi, gelombang air, dan akustik bawah air dalam penelitian rekayasa kelautan;
  2. Kemampuan untuk melakukan analisis dan mengambil kesimpulan (sintesis) dari kegiatan penelitian di bidang rekayasa kelautan;
  3. Kemampuan untuk mendesain dan melaksanakan percobaan, juga kemampuan untuk menganalisa dan mengintepretasi data;
  4. Kemampuan untuk menganalisis dan membuat kesimpulan dari masalah rekayasa;
  5. Pemahaman tentang tanggung jawab profesional dan etika;
  6. Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan;
  7. Pendidikan yang luas yang diperlukan untuk memahami dampak dari solusi masalah rekayasa dalam konteks global, ekonomi, lingkungan, dan sosial;
  8. Pemahaman mengenai kebutuhan, dan kemampuan untuk terlibat dalam kegiatan belajar seumur hidup;
  9. Pengetahuan tentang isu-isu termutakhir;
  10. Kemampuan untuk menggunakan teknik, keterampilan, dan peralatan teknik termutakhir yang diperlukan dalam penelitian;
Orgy