Pada tanggal 20 hingga 21 Januari 2018, KMKL-ITB bekerja sama dengan BNI dan Koperasi Keluarga Pegawai ITB (KKP-ITB) telah melakukan kegiatan inisiasi pengabdian masyarakat dalam program KMKL BISA (KMKL Bina Desa) 2018, di Kampoeng BNI PHPT, Muara Angke, Jakarta Utara. Acara ini terdiri dari tiga mata acara utama yaitu Edukasi, Social Mapping, dan Bersih-bersih Desa.

Acara yang diikuti oleh 81 anggota KMKL-ITB ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak di Kampoeng BNI PHPT Muara Angke mengenai pentingnya menjaga kebersihan, yang bisa dimulai dari lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Selain itu kami juga ingin mengenalkan dan mengajarkan sistem memilah sampah kepada anak-anak, sebagai salah satu cara menjaga kebersihan lingkungan.

1. Edukasi

Peserta edukasi merupakan anak-anak kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar Yayasan Nurul Bahri yang berjumlah 89 orang yang dibagi ke dalam dua kelas. Edukasi dilakukan secara interaktif dengan penyampaian materi menggunakan power point dan video yang menyenangkan bagi anak-anak. Adapun materi yang disampaikan meliputi:
• Perbedaan lingkungan yang bersih dan kotor
• Apa itu kebersihan dan manfaat dari menjaga kebersihan
• Dampak dari lingkungan yang kotor
• Pentingnya menjaga kebersihan
• Cara menjaga kebersihan
• Pemilahan sampah
• Perbedaan sampah organik dan anorganik
• Serta edukasi mengenai tipe-tipe sampah (5 tipe sampah)

Selain itu diadakan juga games untuk melatih anak-anak dalam memilah sampah. Di akhir acara, kami membagikan souvenir untuk anak-anak peserta edukasi yang berupa tempat sampah, buku tulis, alat tulis, dan snack.

2. Social Mapping

Social mapping bertujuan untuk memetakan kondisi lokasi target, baik potensi maupun permasalahan yang dialami. Hasil social mapping ini dapat digunakan untuk merumuskan solusi atau usulan program dari mahasiswa Teknik Kelautan ITB yang terlibat berdasarkan masalah-masalah yang ditemukan ketika melakukan pemetaan sosial di Kampoeng BNI PHPT Muara Angke.

Kegiatan social mapping ini dilakukan bersamaan dengan edukasi dan dengan metode kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi dan mewawancarai beberapa warga dari 11 Blok yang ada di Kampoeng BNI PHPT Muara Angke secara berkelompok.

Social Mapping ini dibagi menjadi tiga sesi observasi dengan target 3 narasumber dari setiap blok. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 – 10.00 dengan sasaran blok G, H, I, dan J. Sesi kedua dimulai pukul 10.00 – 12.00 dengan sasaran blok E, D, C, dan B.

Sedangkan sesi ketiga dilaksanakan pukul 13.00 – 15.00 dengan sasaran blok A, F, dan K. Hasil dari social mapping yang sebelumnya telah didiskusikan secara berkelompok kemudian didiskusikan dalam sebuah forum tepusat yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa yang terlibat dalam social mapping. Forum diskusi ini bertujuan untuk merumuskan potensi, kebutuhan, dan usulan solusi untuk masalah yang dihadapi warga Kampoeng BNI PHPT Muara Angke.

3. Bersih-bersih

Bersih-bersih desa merupakan aksi nyata dari sikap peduli lingkungan. Bersih-bersih desa ini difokuskan pada pembersihan desa dari sampah-sampah di darat. Kami sebagai mahasiswa pun peduli untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehingga anak-anak maupun masyarakat yang bermukim di lokasi target pun tergerak untuk turut memelihara kebersihan di tempat tinggal mereka.

Kegiatan bersih-bersih desa dilakukan di sepanjang jalan utama Kampoeng BNI PHPT Muara Angke serta di Yayasan Nurul Bahri dan sekitarnya. Bersih-bersih dimulai pukul 07.00 sampai pukul 08.30. Selain mahasiswa Teknik Kelautan ITB, anak-anak SD Yayasan Nurul Bahri juga terlibat dalam kegiatan bersih-bersih ini.

Setelah acara bersih-bersih, dilakukan acara penutupan yang diisi dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, foto bersama, dan pemberian snack untuk anak-anak yang ikut beartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih desa ini.

07

Briefing Panitia sebelum Acara

04

05

03

Kegiatan Edukasi

01

6

02

Kegiatan Social Mapping

08

11

10

Kegiatan Bersih-bersih

09

Foto bersama