Petrolida 2017 merupakan suatu annual event yang diadakan oleh SPE ITS SC. Acara yang mengangkat tema “Remaining Efficiency to Ensure The Future” ini terdiri dari dari berbagai macam kompetisi, salah satunya Oil Rig Design Competition yang diikuti oleh Tim Mahasiswa dari Teknik Kelautan ITB, yaitu Irfan Muhammad Yusuf danĀ Fidel Hadi Bukhara (Teknik Kelautan 14). Pengalaman dari kedua Mahasiswa tersebut dituangkan sebagai berikut:

Di kompetisi ini, mahasiswa ditantang seolah-olah berlaku sebagai kontraktor untuk membangun sebuah oil rig di sebuah lokasi dari 3 lokasi yang ditawarkan. Setiap lokasi memiliki tantangannya masing-masing. Berdasarkan lokasi yang telah dipilih, mahasiswa harus membangun sebuah oil rig dengan menjawab tantangan di setiap lokasi. Peserta harus mendesain oil rig buatan mereka dan harus menjelaskan fitur-fitur beserta inovasi yang dibawa bersama oil rig buatan mereka. Pada akhirnya, peserta juga harus membuat maket dari oil rig yang mereka buat dan mempresentasikannya kepada dewan juri dalam Bahasa inggris. Di kompetisi oil rig ini, dilakukan juga uji pembebanan dan heave motion test terhadap maket. Kedua hal tersebut yang menurut kami membuat kompetisi ini menjadi seru.

Di kompetisi ini, tim kami terdiri dari 5 orang yaitu Irfan Muhammad Yusuf (Teknik Kelautan 14), Fidel Hadi Bukhara (Teknik Kelautan 14) , M Thareq Defa (Arsitektur 14) , Joshua Reinhard (Teknik Perminyakan 14) , dan Hizkia Seanjaya (Teknik Perminyakan 14). Saat kompetisi kemarin, lokasi yang tim kami ambil adalah Byrding Oil and Gas Field di North Sea. Tantangannya sendiri adalah gelombang yang sangat tinggi. Ide yang tim kami usulkan dari bidang Teknik Kelautan untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan mendesainĀ semi-submersible oil rig dengan struktur dual-column. Berdasarkan paper-paper penelitian yang kami baca, struktur dual column berfungsi untuk meredam heave motion,surge motion, dan pitch motion akibat gelombang tinggi. Dengan ide tersebut akhirnya tim saya mendapatkan 2nd runner up.

2

Bagi kami, ini adalah kompetisi pertama yang membuat kami harus berkolaborasi dengan jurusan lain. Melalui kompetisi ini, kemi sadar bahwa banyak hal di dunia kerja nanti yang membutuhkan multidisiplin ilmu maka dari itu mulai dari saat ini harus dibiasakan untuk berkolaborasi dengan orang-orang dari jurusan yang lain untuk bekerja ataupun menciptakan suatu karya. Di kompetisi ini pula, kami dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang kami dapat dikelas dan ini yang membuat kami lebih mengerti apa yang sudah kami pelajari di kelas. Selain itu, lewat kompetisi ini juga secara tidak langsung softskills kita diasah, mulai dari cara kita berkomunikasi, bekerja sama dengan orang-orang yang sebelumnya kita tidak kenal dari jurusan lain, dan juga manajemen pekerjaan. Hanya dalam waktu kurang lebih 2 bulan kita harus mengerjakan semuanya, maka dari itu, kekompakan tim disini pun sangat diperlukan.